Biaya standar dan analisis varians


biaya standar

Biaya standar adalah bagian yang sangat penting dalam fungsi penganggaran dan penilaian kinerja manajerial. Anggaran membantu manajer dalam melaksanakan fungsi perencanaan. Pada saat yang sama, anggaran juga memuat standar-standar yang digunakan untuk mengendalikan dan mengevaluasi kinerja manajerial. Baca juga: Manfaat sistem biaya standar

Terdapat dua jenis anggaran, yaitu anggaran statis dan anggaran fleksibel. Anggaran statis tidak terlalu bermanfaat dalam menilai efisiensi. Anggaran statis terutama bermanfaat untuk mengevaluasi apakah tingkat aktivitas sesungguhnya sesuai dengan target aktivitas. Dengan kata lain, anggaran statis lebih bermakna dalam menilai efektivitas manajerial. Baca juga: Kartu perhitungan biaya standar per unit

Anggaran fleksibel mampu mengevaluasi efisiensi dengan membandingkan biaya sesungguhnya dan pendapatan sesungguhnya dengan angka-angka anggaran yang disesuaikan untuk tingkat aktivitas yang sama. Baca juga: Varians anggaran fleksibel, biaya dianggarkan, dan biaya sebenarnya

Analisis varians dengan menggunakan anggaran fleksibel mampu memberikan umpan balik yang penting dalam pengendalian manajemen, tetapi gagal mengungkapkan apakah varians itu disebabkan oleh harga input, kuantitas input, atau keduanya.

Pengertian biaya standar

Standar harga input dan standar kuantitas input memungkinkan diperolehnya pemahaman yang lebih terperinci mengenai sebab-sebab varians.

Standar harga adalah spesifikasi jumlah rupiah yang seharusnya dibayarkan untuk memperoleh jumlah unit input (masukan) yang akan digunakan dalam proses produksi. Standar kuantitas adalah spesifikasi jumlah input yang seharusnya digunakan untuk memproduksi satu unit output.

Biaya standar per unit output adalah hasil perkalian dari standar harga (price standard) dengan standar kuantitas (quantity standard): harga standar × kuantitas standar (SP × SQ).

Contoh biaya standar

Contoh biaya standar dan hubungannya dengan standar harga dan standar kuantitas adalah sebagai berikut.

contoh biaya standar

Sebuah perusahaan es krim menetapkan 25 ons yogurt diperlukan (standar kuantitas) untuk setiap kuart (seperempat galon) yogurt beku yang dihasilkan. Harga yogurt ditetapkan Rp200 per ons (standar harga).

Dengan demikian, biaya standar yogurt (input) per kuart yogurt beku (output) adalah Rp5.000 (Rp200 × 25).

Biaya standar yogurt (input) per kuart yogurt beku (output) bisa digunakan untuk memprediksi berapa total biaya yogurt yang seharusnya dikeluarkan pada berbagai level aktivitas.

Jika yogurt beku (output) yang dihasilkan adalah 20.000 kuart, total ekspektasi biaya yogurt (input) adalah Rp100.000.000 (Rp5.000 × 20.000). Jika yogurt beku (output) yang dihasilkan berjumlah 30.000 kuart, biaya yogurt (input) seharusnya berjumlah Rp150.000.000 (Rp5.000 × 30.000).

Contoh biaya standar di atas menunjukkan biaya standar bisa memfasilitasi proses anggaran. Dengan diperhitungkannya standar harga dan standar kuantitas input, analisis varians juga bisa dilakukan secara lebih terperinci.

Cara menentukan biaya standar

Menentukan standar memerlukan banyak masukan dari berbagai sumber. Pengalaman masa lalu, kajian teknis, serta masukan dari karyawan operasional adalah tiga sumber yang bisa digunakan dalam menentukan standar kuantitatif.

Pengalaman masa lalu harus digunakan dengan hati-hati, karena mengacu pada hubungan input-output dari masa lalu bisa melanggengkan inefisiensi operasi yang selama ini terjadi. Teknisi dan karyawan operasional bisa memberikan masukan berharga terkait tingkat kuantitas input yang efisien.

Standar harga adalah tanggung jawab bersama bagian operasi (produksi dan penjualan), pembelian, personalia, dan akuntansi. Bagian operasi menentukan kualitas input yang diperlukan; bagian personalia dan pembelian bertanggung jawab dalam pengadaan kualitas input yang diminta dengan harga terendah.

Kekuatan pasar, serikat pekerja, dan kekuatan-kekuatan eksternal lainnya membatasi pilihan-pilihan yang tersedia dalam menentukan standar harga.

Dalam menetapkan standar harga, bagian pembelian juga harus mempertimbangkan diskon, ongkos kirim, dan kualitas. Di sisi lain, bagian personalia harus memperhitungkan pajak penghasilan, tunjangan, dan kualifikasi karyawan. Bagian akuntansi bertanggung jawab untuk mencatat (merekam) standar harga dan menyusun laporan yang membandingkan kinerja aktual (sebenarnya) dengan standar.

Standar bisa dibedakan menjadi standar ideal dan standar yang bisa dicapai.

Standar ideal adalah standar yang menuntut efisiensi maksimum dan hanya akan dicapai jika semuanya bekerja sempurna. Mesin tidak mengalami gangguan, semua upaya dikerahkan, keterampilan yang dibutuhkan selalu tersedia.

Standar yang bisa dicapai adalah standar yang bisa dipenuhi dalam kondisi operasi yang efisien. Mesin-mesin secara rutin diistirahatkan, aktivitas sesekali diliburkan, tidak harus semua keterampilan yang relevan tersedia, dan seterusnya. Standar yang bisa dicapai tetap menantang tapi bisa dicapai.

Standar harus dicermati secara hati-hati. Jika standar terlalu ketat dan tidak pernah tercapai, karyawan bisa jadi frustrasi, dan kinerja turun.

Sebaliknya, standar yang menantang tetapi mampu dicapai bisa mendorong kinerja yang lebih baik. Efek kinerja ini menjadi semakin nyata jika orang yang dinilai dengan standar itu berpartisipasi dalam menentukan standar.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *