Pajak SHU koperasi: tarif, penyetoran dan pelaporan


pajak SHU koperasi

Yang dimaksud pajak SHU koperasi dalam artikel ini adalah pajak atas pembagian SHU. Sisa hasil usaha (SHU) berbeda dengan pembagian SHU. SHU adalah istilah khusus yang sebenarnya artinya sama dengan laba bersih. SHU adalah penghasilan dikurangi dengan beban-beban koperasi.

Pembagian SHU identik dengan pembagian dividen kepada pemilik. Pemilik koperasi adalah anggota-anggotanya. Dalam ketentuan perkoperasian yang berlaku di Indonesia, tidak semua SHU (laba bersih) boleh dibagikan kepada anggota.

Dengan demikian, pajak atas pembagian SHU koperasi dalam artikel ini identik dengan pajak dividen. Pajak SHU koperasi dikenakan atas penghasilan berupa pembagian SHU yang diterima oleh anggota koperasi. Subjek pajaknya adalah anggota koperasi. Koperasi yang membagikan SHU adalah pemotong.

PPh atas pembagian SHU koperasi termasuk pajak penghasilan yang bersifat final (PPh final) yang secara umum diatur dalam pasal 4 ayat (2) UU PPh.

Tarif PPh final atas pembagian SHU koperasi

PP No. 19 Tahun 2009 menetapkan tarif pembagian SHU koperasi adalah 10% dari jumlah bruto. Tarif PPh final 10% ini juga berlaku untuk jenis-jenis dividen lain, seperti dividen PT kepada pemegang saham dan dividen perusahaan asuransi kepada pemegang polis, yang diterima atau diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri.

PPh atas pembagian SHU koperasi termasuk pajak yang dipotong pihak lain, tidak dibayar sendiri oleh wajib pajak. Pihak pemotong adalah koperasi yang membayar SHU atau pihak lain yang ditunjuk selaku pembayar SHU.

Koperasi selaku pembayar SHU atau pihak lain yang ditunjuk selaku pembayar SHU wajib memberikan tanda bukti pemotongan PPh final Pasal 4 ayat (2) kepada anggota-anggota koperasi yang penerimaan SHU-nya dipotong.

Batas waktu penyetoran dan pelaporan

Pihak pemotong wajib menyetor PPh final atas pembagian SHU koperasi ke kas negara paling lama tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir, atau pada hari kerja berikutnya jika tanggal 10 libur. Penyetoran pajak SHU koperasi dilakukan dengan menggunakan SSP, bisa SSP manual atau SSE (e-billing).

Pihak pemotong juga wajib menyampaikan SPT masa PPh final pasal 4 ayat (2) paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *