Varians anggaran fleksibel, biaya dianggarkan, dan biaya sebenarnya


sistem biaya standar

Anggaran fleksibel bisa digunakan untuk mengidentifikasi biaya input yang seharusnya dikeluarkan untuk tingkat output sebenarnya.

Biaya input yang seharusnya, atau biaya input yang dianggarkan, untuk tingkat aktivitas sebenarnya adalah hasil perkalian jumlah input yang seharusnya untuk tingkat output yang sebenarnya dengan harga standar per unit.

Dengan kata lain, biaya input yang dianggarkan adalah SP × SQ, di mana SP adalah harga standar per unit input dan SQ adalah kuantitas standar input yang seharusnya untuk tingkat output yang sebenarnya. Baca juga: Biaya standar dan analisis varians

Biaya input yang sebenarnya adalah AP × AQ, di mana AP adalah harga per unit input yang sebenarnya, dan AQ adalah kuantitas input yang sebenarnya digunakan. Baca juga: Manfaat sistem biaya standar

Total varians anggaran adalah selisih biaya input sebenarnya dengan biaya yang dianggarkan. Rumus varians anggaran adalah sebagai berikut:

Total varians anggaran = (AP × AQ) – (SP × SQ)

Total varians anggaran adalah selisih antara biaya input sebenarnya dengan biaya input yang dianggarkan untuk tingkat aktivitas, atau tingkat output, yang sebenarnya.

Contoh kasus analisis varians

Lihat data PT Hanum untuk minggu pertama bulan Agustus 2019 dalam artikel mengenai kartu perhitungan biaya standar per unit, disajikan kembali sebagai berikut:

biaya dianggarkan (per unit output)

Untuk menyederhanakan contoh ini, kita hanya akan menghitung varians terkait salah satu input bahan baku langsung, yaitu yogurt. Dalam dunia nyata, analisis harus dilakukan atas tiap-tiap input produksi.

Dengan menggunakan data sebenarnya di atas serta standar per unit dari kartu biaya standar, kita bisa menyusun laporan kinerja parsial untuk minggu pertama Agustus sebagai berikut:

Standar kuantitas yogurt per unit adalah 25 ons (lihat kartu biaya standar). Standar kuantitas yogurt untuk 30.000 kuart output adalah 750.000 ons (= 25 × 30.000). Harga standar yogurt (input) per unit adalah Rp200, sehingga biaya yogurt (input) yang dianggarkan adalah Rp150.000.000 (= 750.000 × Rp200).

Biaya sebenarnya sejumlah Rp195.000.000 adalah hasil perkalian dari penggunaan yogurt sebenarnya dengan harga yogurt sebenarnya (780.000 × Rp250).

Total varians anggaran berjumlah Rp45.000.000 (=Rp195.000.000 – Rp150.000.000). U adalah singkatan dari unfavorable, yang berarti biaya sebenarnya lebih tinggi daripada biaya yang dianggarkan.

Total varians bahan baku yogurt (input) di atas bisa dipilah lebih lanjut menjadi varians harga dan varians penggunaan. Pemilahan varians ini bisa memberikan lebih banyak informasi bagi manajer untuk tujuan pengendalian.

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *